Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Residu (rindu)

Gemercik rindu membasahi kepalaku Tetes pertetesnya adalah sembilu ngilu Di malam yang sedang bergulir Kursi berganti penghuni; Kopi telah berpindah ke cangkir lain; Dan, kau masih pada halaman yang sama. Tak perlu kau bertanya, mengapa;  Sebab hanya pekat jelaga yang paham Mengapa masih ada residu rasa yang mendulang rindu berwindu-windu. Kau dan kisah kesekian ribu. Takdir, nadirku, hadirmu; Puisi dan kopi hitamku; Kau dan aku; Seperti tercipta untuk saling mencinta, lalu saling meniadakan tanpa berita. -yvn

Prosa rahasia

Ini rahasia antara aku dan semesta; Tentang kau yang terlalu mempesona untuk tak dijatuhi cinta. Aku pernah marah pada terik siang yang menghujam; lalu mencaci dinginnya malam yang menusuk. Sebelum aku tahu mereka-lah peracik senja rindu (untukmu). Mereka bilang aku dungu sudi duduk menunggu temu; aku bilang ini bukti aku merindu. Aku jatuh untuk setiap isi pikiranmu Seketika mampu mengubah dentuman kerasku akan sesuatu yang disebut "memberi rasa" Denganmu, aku cukupkan segala pencarian, hingga perjalanan adalah perihal menemukan hal - hal lain. Mungkin semesta mencap diriku tak tahu diri sebab ide mencintaimu masih kupertahankan mati-matian. -yvn

tentang waktu

Entahlah; adalah satu-satunya jawaban jika ditanya sejak kapan kau, aku damba. lalu sekarang aku sedang menyayangimu. aku berniat mencintaimu, entah sampai kapan. Sebab waktu terasa lambat saat kau tak dekat, kian tega merambat cepat saat kau ada di dekat pelupuk mata seakan waktu pun mengajariku bahwasanya menggengam bukan satu-satunya cara untuk mencintai. -yvn

\\ a notice //

Hi Celestial, are you there ?  My head was full of you when i'm listening to this song. Chris Martin was  really knows how to scatter my heart and my mind.  He actually makes me realized how much I love you. A lots oh they say people come, say people go this particular diamond was extra special and though you might be gone, and the world may not know still I see you, celestial like a lion you ran,  a goddess you rolled like an eagle you circled, in perfect purple so how come things move on, how come cars don’t slow when it feels like the end of my world when I should but I can’t let you go? but when I’m cold, cold oh when I’m cold, cold there’s a light that you give me when I’m in shadow there’s a feeling you give me, an everglow like brothers in blood, sisters who ride and we swore on that night we’d be friends til we die but the changing of winds, and the way waters flow life as short as the falling of snow and now I’...

Engkau, engkau

Engkau, engkau Meredam amarah-ku seketika itu Gurat lengkungan di bibir itu Aku terombang-ambing dalam batas Antara ruang   hampa di bumi-ku Dan senja di bola matamu Engkau, engkau lagi Aku bertikai dengan pemikiran-ku sendiri. Saling menendang satu sama lain Dan saling mengekang erat-erat Untuk tidak membiarkan kehilangan menjerat Engkau, engkau saja Ternyata aku mencintai-mu terlalu banyak Atau kau yang seharusnya tidak kembali? Yang terbaik dalam alam semesta “ kau lebih dari bisa untuk tetap memeluk   mimpi-mu ”   -yvn

cepat pulang

tentang waktu dan titik temu dimanakah aku dapat menyicilnya? aku hanya punya rindu yang bertalu-talu dan banyak semangat menunggu untuk kepulanganmu aku menabung sedikit demi sedikit cinta setiap hari bertambah satu. moga-moga jadi seribu satu apa kabar kamu yang di tanah orang jangan lupa pulang. sebab aku tak menunggu siapapun selain kamu. -yvn

jika

jauh kepergianmu melenggang dalam kepahitan  dan aku masih menghidu aroma rindu tetapi simalakama masih kekeuh merajam temu jika dan hanya jika masih menjadi repetisi. terus merindu dengan tak tahu diri terus mencoba merayu-rayu pemilik semesta antara waktunya dan waktu-ku terasa begitu jauh dari langit sampai bumi maaf karena aku telah mencintainya.  aku tak siap perihal kehilangannya sebegini nyeri tertinggal melihat punggungnya semakin jauh dari tatap  Punggungmu, punggungnya saling membelakangi  terhadap batas yang terbentang sejauh apapun dia selalu abadi dalam setiap bait puisi pilu dalam setiap hela napas rindu dalam setiap untaian doaku  Malam- malam tanpanya malam tanpa jeda harap  sudikah dia memahami ?  sebab aku telah lalai mengoyak rindu; lalu lancang menjahitnya  sebagai cinta satu-satunya. -yvn

"yang dipertuan kekasih hidupku"

jangan kau tanya berapa kali aku merindu. sebab jantung ini lebih dari lelah dalam sembilu seperti candu ku nikmati setiap debaran yang kau propagandakan. tuan kopi, barangkali jangan rindu juga yang kau pupus, padahal cinta sudah kian berjelaga.  langit malam yang kelam, aku mencintai kebisuanmu. aku; terik siang yang memekikan telinga, menyuarakan hari di setiap dimensi; aku mencintaimu bukan karena kau mencintaiku. aku mencintaimu karena kau.-- dirimu. kau membuat kejauhanmu begitu nampak indah; dekat melekat. kau, seorang langit sunyi yang membuat aku jatuh tanpa sepatah katapun.  hingga aku tak tahu sedemikian dalam kejatuhanku. tak bersisa; runtuh. kau dan aku bahkan tak lebih sejumput kenangan. aku terjebak pada kenangan, saat kita bukan lagi apa-apa. bahkan dalam harap riuh cemas aku masih mendamba; kian getir melawan kenyataan. Apa kabar pujaan hati?   masih-kah rindu akan  aku mendapat tempat walau terbelakang? sem...

Pagi-ku untuk mencintaimu

Angin pagi telah gagal menyamarkan bekas rindu semalam; Dari segala usaha untuk tak bersua, nyatanya dia masih menjadi tema inti didalam kepala. Tema pagi ini masih sama. Pagi-ku untuk mencintaimu. Tidak tahu kalau sore atau malam. Sebab nama belakangku ialah pejuang rindu yang egois; yang senantiasa mendulang rindu untuk satu atau beberapa temu. Mungkin semesta mencap diriku tak tahu diri; oleh sebab ide mencintaimu masih kupertahankan, mati-matian. Bahwasannya ide mencintaimu itu bagai tendensiku untuk terus hidup; dari hari ke hari, sepanjang semesta berkenan.

Seribu Purnama

Di sudut langit malam yang ambigu; Ada pagelaran rasa yang terus digugu; Tentang hikayat rindu yang pilu, Alkisah Orion kepada Sirius-nya. Ada pula aroma karsa tersibak dalam renjana; Terhadap serigala langit malam itu. Sirius-- Dia tak jua sudi siuman dari kesepiannya; Pelipur lara-nya tak terselami; Apakah keluh-mu sang bintang? Dari Orion dan Renjana-nya Dalam semangat juang untuk perihal mustahilnya; Jejak tatih melipat jarak diantara mereka- Sang pemburu terlalu rindu untuk sekedar menyerah; terlalu mencintai untuk mencoba abai. Sejak beratus-ratus purnama yang terlewati; Sampai beribu-ribu purnama yang akan terjadi, Orion masih berniat kekeuh merindu; Rela merajam mega untuk sebuah temu; Melupakan sejenak definisi mustahil; Mengabaikan juga ketetapan alam semesta. Source : https://cautsar.wordpress.com/2008/10/17/hoho/bintang-sirius/