jauh kepergianmu melenggang dalam kepahitan
dan
aku masih menghidu aroma rindu
tetapi
simalakama masih kekeuh merajam temu
jika
dan hanya jika masih menjadi repetisi.
terus
merindu dengan tak tahu diri
terus
mencoba merayu-rayu pemilik semesta
antara waktunya dan waktu-ku
terasa begitu jauh dari langit
sampai bumi
maaf karena aku telah
mencintainya.
aku
tak siap perihal kehilangannya
sebegini
nyeri tertinggal
melihat
punggungnya semakin jauh dari tatap
Punggungmu, punggungnya
saling membelakangi
terhadap
batas yang terbentang
sejauh apapun dia selalu abadi
dalam
setiap bait puisi pilu
dalam
setiap hela napas rindu
dalam
setiap untaian doaku
Malam- malam tanpanya
malam tanpa jeda harap
sudikah
dia memahami ?
sebab
aku telah lalai mengoyak rindu;
lalu
lancang menjahitnya
sebagai
cinta satu-satunya.
-yvn
Komentar
Posting Komentar