Angin pagi telah gagal menyamarkan bekas rindu semalam;
Dari segala usaha untuk tak bersua, nyatanya dia masih menjadi tema inti didalam kepala.
Tema pagi ini masih sama. Pagi-ku untuk mencintaimu. Tidak tahu kalau sore atau malam.
Sebab nama belakangku ialah pejuang rindu yang egois; yang senantiasa mendulang rindu untuk satu atau beberapa temu.
Mungkin semesta mencap diriku tak tahu diri; oleh sebab ide mencintaimu masih kupertahankan, mati-matian.
Bahwasannya ide mencintaimu itu bagai tendensiku untuk terus hidup; dari hari ke hari, sepanjang semesta berkenan.
Komentar
Posting Komentar