Langsung ke konten utama

Kamu, nama lain dari rindu itu


Tentang rindu itu, rindu yang curang datang tanpa permisi, menyelinap diantara mimpi-mimpi.
Rindu itu, cinta ini...menggebu, tak terungkap.

Rindu yang datang seperti titik-titik hujan yang menusuk logika bahwa kau tak pernah bisa kumiliki.

Aku tak menyesal, pernah menyukai, merindukanmu dengan semua rasa dan karsa yang aku kerahkan dan bahkan sampai sekarang rasa itu menjelma hidup dalam hari-hariku..
Masih kamu, hanya kamu. 


Sampai saat ini, sampai saatnya nanti tidak senja, malam pagi atau tengah haripun hanya aku orang yang tidak akan menyesal mencintaimu, pun saat kenyataan adalah luka. 


Rasa ini membuatku berani, tumbuh tanpa alasan kenapa bahkan kapanpun aku lupa. Aku hanya ingat bahwa tawa mu tanpa senjaga meninggalkan kesan yang bermutasi dengan cepat, melumpuhkan logika... 


I’m not crazy, litlle bit crazy. Paralysed, its contagious and I can't help it!
Kamu adalah ketidakmampuan yang selalu aku semogakan. 

Meski telah ada dia yang menyempurnakan kesempurnaanmu, aku tetap menyimpan rasa yang tumbuh subur oleh berjuta-juta rindu yang tak berperasaan menghujam jantung, menjajah hati dan pikiran pun tak punya daya berpaling. 

When i’m met you, i have no idea you did become this important to me.. First crush when we were laugh together at first sight. 
 
Lama-lama aku bisa jatuh cinta dengan rindu, dia lebih sering mendatangiku daripada kamu. 


Kamu tahu itu seperti kopi, membuat ketagihan dan tidak baik jika terlalu banyak. Aku tahu ini tidak baik, tapi aku tak tahu mengapa aku terus ada didalamya. 


Aku seperti bodoh terus memanjakan apa yang kurasa saja tanpa coba mencari alasan yang mungkin membantuku tak luka separah ini. 


Kita seperti gugusan bintang indah pada malam hari dan rinai hujan yang datang dari mendung yang menyejukan hati, merantai setiap kenangan.


Every single moment that i’ve remind definetely when the stars comes surrounded the night romantically and when the rain comes stream down from sky makes everything wet and freshed. Both of them would be like us, never and ever could appear together in one time

Gemerlap bintang malam dan titik-titik air hujan, seperti kamu dan rindu. Demikian. 


Semua terjadi tanpa rencana, perasaan yang menyesatkan, tak tahu bagaimana melepasnya.. datang tiap saat membawa rindu meninggalkan pelu dan sendu. 


Kamu adalah salah satu dalam barisan doa-doaku, kamu perbincangan menarik yang sering menjadi topik antara aku dan Tuhanku. Berdosakah aku menyimpan perasaan untuk seseorang yang telah dimiliki ? 


Meski aku tak tahu, masihku cari kehendak Tuhan bertanya mengapa kasihku pada pria itu terus bertambah tanpa dapat kukendalikan, aku hanya terus mengimani Tuhan melalui tulisan berkhikmat sang Pengkhotbah “Everything is beautifull in its time”

 
Bukankah Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan? 


Doa ini adalah cinta rahasia yang sampai pada saat batasan tetap berpantas menjadi sebuah rahasia.
God is not yet done writing the best love story for me. I put my trust in Him.



Komentar

  1. Luar biasa ni anak..niat betul e..sampe jadi blok ju ni..hehehe..mantap adik.. :-)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.