Kau manis dan indah pada tempatnya.
Jantung ini berdegup lebih cepat dari normal. Abstrak, meracuni pikiran.
Ternyata masih sama. Masih kamu, tuan.
Kekonyolan diawal jumpa tak kusadari berkembang menjadi orang yang sangat berarti.
Kesekian kalinya, kau menjadi alasan bahagiaku; meredam amarah dalam masalah-masalah. More than words can say.
Kamu tahu aku ingin selalu tertidur lebih awal karena kamu hanya berada di ujung mimpiku.
Kamu orang yang kusimpan di dalam benakku, kadang keluar merusak jam tidurku, padahal kita sudah sepakat kau hanyalah kenangan.
Banyak luka telah beriringan bersama kasih tak sampai ini, semenjak luka, semenjak rindu ku namai doa, aku tahu kehilangan tak lagi butuh air mata.
Aku hanya punya satu cara merindukanmu, dalam diam, dalam riuh doa yang kupanjatkan selalu kamu menjadi harapanku.
Kamulah yang kuanganankan berdiri di pintu rindu, bagiku yang pernah dipuaskan waktu terus mengilhami jiwa.
Perihal tujuan hidupku, kamu ada di dalamnya. Bagaimana dengan kamu?
Meski tak ada kata-kata lagi diantara kita, meski tak pernah ku bersua bahkan kabar dari mu tak kudengar.
Hei tuan, maukah kamu berkunjung dalam sajakku, tuan, Sebelum aku menulis bait untuk perpisahan ?
Karena kenyataan dilematisnya, kamulah inti dari tema, penghuni setia setiap desah sajak-sajak berirama tegas dalam pena menjadikanku kuli tinta tanpa pesimis, terngiang di kepalaku keluar dalam bait-bait puisi.
Aku suka menjadikanmu raja dalam pikiran tanpa seorangpun tahu, bahkan dirimu sendiri.
Merindukanmu dengan begini saja. Biar lembar putih dan tinta berteman ku membagi rasa yang ku pendam begitu sesak di dada. Seakan benda mati ini begitu paham mengapa hati ini sebegini nyeri.
Mencintaimu, kau tahu?
bak belajar memeluk, sekalipun kau tak nampak di pelupuk.
Kita cobalah. Ah, bukan kita. Hanya aku saja.
Kau tak pernah paham tuan, ini menyesakkan hati ketika kau bilang ‘kita’ adalah kenangan. Lalu apa sekuat kamu aku mendewasakan hati ?
Dan jika boleh ku pinjam hati teguhmu sebentar untuk ku pakai mendobrak logika bodoh ini?
Penjelasannya sederhana aku buat kamu adalah pada suatu ketika, kamu buat aku selamanya.
Separah itukah kita.
Rindu rupanya begini, tetap gaduh meski dibawah sunyi, tetap mengaduh meski tak ada nyeri .
Sudah kucoba, seperti katamu. Aku harus bisa seperti kamu dan dia yang telah saling membahagiakan. Sudah kudorong hatiku mengeluarkan kamu yang tersembunyi didalamya sekian lama. Tetap sia-sia, sebab kau selalu ada.
Memilih? aku tak bisa memilih.
Kamu ada disini bukan karena pilihan.
Kamu telah ada seperti kebiasaan pola makan. Aku tak bisa memilih, menukar dan membuang.
Cinta ini telah terlanjur ada melumpukan segala logika.
Tidakkah kamu rindu percakapan kecil waktu itu? bukankah kita sudah sepakat, berjanji seperti bodohnya tak tahu bahwa akan berujung tragis. Tepatnya merusak hari-hari ku sebagai kenangan yang memiliki dua sisi. Itu luka, itu cinta.
I see your face in my mind as i drive as away cause none of us thought it was gonna end that way.
Dulu kamu ingat, kita bersama meniti asa ingin menua bersama mimpi yang kita ingin gapai. Begitu naif.
Sekarang cukuplah, aku hanya ingin menjadi sesuatu yang bisa kau rindu.
Kamu dan aku seperti dua buah kata ada spasi yang menyatukan sekaligus memisahkan kita . jika memang sudah tak ada secuil rasa itu, jangan kau lupa dulu kita pernah berusaha. Bersama saling menggenggam dengan bodoh dan malu-malunya menghadapi dunia.
Tentangmu lagi.
Kamu.
Yang aku tahu adalah cara merindukanmu, persoalan melupakanmu, itu bagaimana ?
Biarlah ku endapkan sisa – sisa puing rindu, biaralah mati perlahan bersama pilu.
Bila kelak ternyata kita hidup dalam rumah yang berbeda atap kunjungi aku sebagai teman baik yang pernah memimpikan sebuah atap bersama.
Semoga kelak hatiku telah dewasa menerima rencana Sang Pencipta bahwa kamu hanyalah sebuah pelajaran hidup :”)
It’s seems like trying to know somebody you’ve never met. It’s comes in flashback and echoes. Always tell to my self gotta let go on but moving on from you is impossible when i stilI see it all in my mind. And you know its never simple, never easy , its so difficult to clean break it was blue like i’d never known. I can’t breathe without you but i have to!
Some people come in your life as blessings, other come too as lesson. Maybe you just one of precious lesson. Too precious.
-YVN-
Amazing..
BalasHapus