Langsung ke konten utama

pada akhirnya

 

kita dan sebagian orang itu

mula-mula mencintai dengan keras kepala

tanpa tahu porak-poranda akan melanda;

kita dan seseorang itu 

malu-malu mengakui adanya alkisah kekasih

akhirnya, terkejut ternyata dapat menjadi basi

berdua menjadi paling jatuh hati

kemudian saling menghunuskan belati.


katanya, cinta akan saling menemukan;

lantas, bagaimana jika semesta tak pernah memberi pilihan?

kita bergulir, menelusuri ketetapan sang Tuhan;

saling mengedarkan suar rindu pada jejak kenangan

hebat juga kita sebab dapat menyatukan irisan tuan-puan.


kita, dua orang pelaku utama;

terengah-engah menyangkal hujan di kedua sudut netra

memuntahkan berbagai rasa yang pernah setara;

masing-masing berlomba menjadi ahli pemberi lara


kita dan satu orang itu 

benar-benar terbengkalai memaknai alur ilahi

berdarah-darah sedikit lalu banyak hinggai usai

bergegas cepat pergi sebelum kalah bertaruh dalam saling abai

menanyai siapa tuan rumah dan siapa yang akan paling lirih bernyanyi. 


kita dan hampir semua orang

menanami hidup dengan dua rasa; 

ragu di antara raga dan asa di dalam sukma

menyiangi beberapa angin pujaan hati

namun tuaian hanyalah badai pembenci elegi

kemudian, perang telah selesai.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.