malam puisi kini tak lagi menggigil sepi
aku menjadi aku; aku yang jatuh cinta lagi
mendekap seseorang erat-erat di punca hati
denganmu, cinta tak bisa samar kembali
doaku, kita tak berakhir jadi saudara-saudari
semacam kita, dulu ialah manusia pelari
beratus kilometer menjauh dari atap dan tatap
lihat sekarang, ide untuk menetap perlahan mantap.
tiap detik, musim dan badai membentuk gelora atau sorak;
aku harap di setiap detak, kita berdua jangan berubah tapi bersama berbuah;
bersama bercinta dan membuahi banyak puisi.
selamat larut malam kekasih, sekarang kamu telah abadi dalam setiap alkisah diksi-diksi.
2022
Komentar
Posting Komentar