Aku; rumpang
yang bersorak sorai dalam lara padahal sedang meramu badai
dari orang kepada orang tak terhitung sudah landai abai
atau waktu yang terus menguliti kebenaran lampau
memisahkan semua halaman yang sudah terasa payau
menghindari risau rindu dan rasio bertemu pada satu pintu
Kau; bunyi
yang tak pernah meninggalkanku sunyi sepi
yang masih percaya dan mendamba aku manusia puisi
ketika hati sudah mati rebah dalam kalkulasi.
ya, satu lagi tapi kesekian babak,
satu lagi lalu lagi dan lagi aku terkunci terbahak
suaramu hingar bingar pasar malam
aku ingin bermain, tak ingin pulang.
telingamu; berbincang denganmu, menemukanku.
Welcome back, I know u still there ❤
BalasHapusthank you ��
BalasHapus