Langsung ke konten utama

Cinta yang kepalang basah


Jika mencintai bulan, harus menjadi langit, pungguk bisa apa?

Jika mencintai seseorang sepertimu yang mudah dicintai banyak kalangan
Aku bisa apa?

pun, kebisaanku hanya menggores rasa oleh tinta..
pun, keberanianku hanya sebatas irama kata-kata,
aku bisa apa?

Pun aku tak pandai menyapu wajah dengan kerlap-kerlip riasan membahana
Pun tata busana yang kupakai dibawah rata-rata.
Pun aku hanya punya kebiasaan yg sangat biasa untuk membuat mu merasa

toh semua yang aku punya, semua yang aku bisa adalah hal-hal biasa .
tapi percayalah tuan, aku ini perempuan biasa yang mencintaimu dengan cintai kepalang basah yang luar biasa.
tak ada diluar sana yang kan sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.