kita dan sebagian orang itu mula-mula mencintai dengan keras kepala tanpa tahu porak-poranda akan melanda; kita dan seseorang itu malu-malu mengakui adanya alkisah kekasih akhirnya, terkejut ternyata dapat menjadi basi berdua menjadi paling jatuh hati kemudian saling menghunuskan belati. katanya, cinta akan saling menemukan; lantas, bagaimana jika semesta tak pernah memberi pilihan? kita bergulir, menelusuri ketetapan sang Tuhan; saling mengedarkan suar rindu pada jejak kenangan hebat juga kita sebab dapat menyatukan irisan tuan-puan. kita, dua orang pelaku utama; terengah-engah menyangkal hujan di kedua sudut netra memuntahkan berbagai rasa yang pernah setara; masing-masing berlomba menjadi ahli pemberi lara kita dan satu orang itu benar-benar terbengkalai memaknai alur ilahi berdarah-darah sedikit lalu banyak hinggai usai bergegas cepat pergi sebelum kalah bertaruh dalam saling abai menanyai siapa tuan rumah dan siapa yang akan paling lirih bernyanyi. kita dan...