Langsung ke konten utama

Pulang kembali

-



di antara banyak rahasia yang harus dijaga

serta berbagai repetisi kerja

kita  belajar mengulum duka dan lara

di antara waktu yang padat dan jadwal sela

kita buru-buru memerangi bermacam-macam rasa

bulan september, aku punya banyak beban usaha

salah satunya ternyata seringan baja

lihat, tuas itu sudah kian dirambat karat;

Kala harus dipakai menarik kembali hati

sebab telah dalam dia tertanam di relung jiwa

menariknya keluar lalu digengam kembali

di sepanjang jalan, aku berjaga-jaga sekali

jangan sampai ada darah yang menetes lagi

jangan sampai ada bilur yang jatuh di jalan pulang

jangan sampai mencemari yang sedang lalu-lalang

jangan sampai gagal dan kian malang. 

Komentar

  1. πŸ§‘πŸ’œπŸ’›❤️πŸ’™πŸ’šπŸ–€πŸ€ŽπŸ€
    πŸ’žπŸ’—π‹π¨π―πž 𝐚𝐧𝐝 𝐏𝐞𝐚𝐜𝐞 πŸ’—πŸ’ž

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.