Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Lautan

berjuang untuk kehadiran atau bergabung sendirian untuk mati lebih cepat atau hidup berdampingan;  di kala akhir duka, rupanya kau masih jadi andalan berteman dengan alasan, bertapak ria pada jalan rintangan; kubuat perahuku penuh lubang; hanya untuk tenggelam ke dalam dirimu sebab aku dengar, kau adalah lautan.

Ocean

whether a company or stay lonely to die sooner or to live completely  at the end of grieving, i choose to rely in every path of our obstacles  to make my boat full of holes just to sink  into you cause i heard you are the ocean.  

ruang lara

kita kerap hadir, kita kerap mangkir pada setiap sudut-sudut sepi paling puisi berdua, —sepasang kita—  saling menghidu tajamnya aroma perpisahan  saling menyentuh raga yang akan jadi bayangan saling memandang badai di pusaran netra saling menghirup udara di ruang lara lantas bagaimana?  aku belum selesai berperkara mesra denganmu, tuan. erat-erat kita berpegangan; menahan waktu sesaat saja agar tak cepat jadi besok barangkali untuk hari ini saja, aku dibiarkan mendulang banyak rasa, lalu menyerap sebanyak apapun karsa sebelum pulang; sebab petualangan besok harus kutanggung sendirian.  sebelum rindu jadi abu, sebelum saling pergi dari batas tunggu kita, bersama merayakan untuk merelakan kita, menggenggam untuk meredam kita, memeluk untuk memupuk kita, mengecup untuk berkata sudah cukup. selamanya?  tak ada yang benar-benar selamanya.