Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Residu

Ada yang berputar-putar dalam pikirku antara masih ada atau memang masih ada? untuk hari ini dan setiap batas waktu temu aku mengenang, tenggelam pada rona wajahmu ku kira aku telah menang dalam pergulatan rindu aku membiru keliru, berperang dan menjegal; adalah sebuah usaha menepikan tinggalmu  lalu apa kemudian? ribuan hari aku berdendang sendiri  dalam rehat akan penat, kau datang sebagai rumah padahal itu ilusi memori lampau yang sudah jadi remah;  melarutkan jelaga amarah dan residu rindu yang sisa apa yang salah? siapa yang kalah? waktu dan rahasia restu semesta? ataukah malam yang telah larut  sementara kau terus bergejolak di tengah jantung? sambil merayu-rayu semesta; aku dan diammu menikmatimu; merasakan semilir angin di sela-sela jariku. lalu memetakan wajahmu di setiap sudut ingatan kita belum benar-benar sia-sia, tuan.

kisanak

... menggenggammu ialah cara perih-perih diredam memelukmu ternyata meretas dendam  meranggas dukacita dan melenyapkan jarak melipat rindu jadi kepulangan yang marak rupanya setiap sudut laraku dijejali oleh kau, kisanak   dalam pertandingan melepaskan, selalu aku kalah telak sia-sia aku berlari di jalan rahasia; kau selalu berhasil menemukanku menatapmu; mujarab dalam menenangkan pilu lantas bagaimana aku memaknai aku, sedang keakuanku perlahan luntur bersamamu? ...