Ada yang berputar-putar dalam pikirku
antara masih ada atau memang masih ada?
untuk hari ini dan setiap batas waktu temu
aku mengenang, tenggelam pada rona wajahmu
ku kira aku telah menang dalam pergulatan rindu
aku membiru keliru, berperang dan menjegal;
aku membiru keliru, berperang dan menjegal;
adalah sebuah usaha menepikan tinggalmu
lalu apa kemudian?
ribuan hari aku berdendang sendiri
dalam rehat akan penat, kau datang sebagai rumah
padahal itu ilusi memori lampau yang sudah jadi remah;
dalam rehat akan penat, kau datang sebagai rumah
padahal itu ilusi memori lampau yang sudah jadi remah;
melarutkan jelaga amarah dan residu rindu yang sisa
apa yang salah? siapa yang kalah?
waktu dan rahasia restu semesta?
ataukah malam yang telah larut
apa yang salah? siapa yang kalah?
waktu dan rahasia restu semesta?
ataukah malam yang telah larut
sementara kau terus bergejolak di tengah jantung?
sambil merayu-rayu semesta; aku dan diammu
menikmatimu; merasakan semilir angin di sela-sela jariku.
lalu memetakan wajahmu di setiap sudut ingatan
sambil merayu-rayu semesta; aku dan diammu
menikmatimu; merasakan semilir angin di sela-sela jariku.
lalu memetakan wajahmu di setiap sudut ingatan
kita belum benar-benar sia-sia, tuan.
Komentar
Posting Komentar