Selamat datang kembali residu rasa yang lampau
Antik lentik memecut sudut rindu yang lalu
Ranum begitu cepat tanpa menyisahkan ragu
Singgah atau sungguh aku tak mau tahu dulu
Sebab telah menjelma menjadi titik renjana
Aku menjura; membilang sajak dan karsa
Kepada sang Maha cinta aku bercerita
Tentangmu dan kita apakah niskala saja?
Kau, aku menyatu menjadi titik temu
Harap serah di dalam ruang tunggu
Di mana kekasihku ?
Berdenyut-denyut kau di dalam benakku
Akankah berbuah lara atau perhentian tiada tara?
Adalah yang kedua sudah menjadi doa.
Komentar
Posting Komentar