apa kabar kamu yang ahli beranjak setelah banyak merekam jejak.
kita; bahkan belum benar-benar dimulai-
mengecap momen yang tak pernah jadi komitmen;
telah berjalan terlampau jauh; menambat sauh rindu di dasar lara
itupun sia-sia sebab aku enggan mengacau renjana yang bertaut atau ruang hitam dibalik netramu.
lihat! kata maafmu; selalu terdengar semu,
untuk kesekian hadir yang singkat namun menancapkan luka yang pekat
Sebelum sebuah lupa, kita pernah bersama tertambat, sebelum penat membuat kita tamat.
sebuah simpul pemisah masih coba aku urai atas dasar mengasihi yang teramat sangat;
ataukah ini waktu ku untuk mendulang kata “kita sudah cukup?"
Komentar
Posting Komentar