Katakan bagaimana aku mengikhlaskanmu, sementara kau masih bebas beradu detak bersama nadiku,
beribu-ribu diksi tertulis, beratus-ratusnya dijeda oleh rindu yang tak tertolong;
Katakan bagaimana aku merelakanmu sementara lara disemai sebagai renjana dalam benak; dengan juntai yang tersisa aku membenahi perasaanku yang luntung lantang di sergap abai-mu
Katakan bagaimana aku melupakanmu, sedang kamu masih mampir dalam mimpi semalam.
Katakan bagaimana aku sekarang?
Aku; diantara asa yang masih ada dan upaya untuk berhenti di titik cukup.
-yvn
Komentar
Posting Komentar