Ratusan purnama aku lewati bersama pergulatan rasa yang hampir patah dalam sembilu; Mencoba menghitung sudut- sudut logika yang dapat menghalau setiap debar rindu; Ternyata waktu tak pernah mampu mengilhamiku untuk melupakanmu.
Dahulu kamu sendiri yang secara sengaja membuatku menemukanmu; sekarang, kamu sendiri secara tega membuat aku harus terbiasa tanpamu seperti dulu.
Berulang kali berpikir untuk pergi, berulang kali pun aku lari kembali
Kepada segenggam keyakinan akan berbalas dua kali;
Setiap hari terjebak diantara repetisi mencintaimu dan usaha mengeluarkanmu dari isi kepalaku.
26 juni
Komentar
Posting Komentar