Langsung ke konten utama

Kamu




Kepada kamu yang mampu membuat isi permintaan dalam doaku berubah dari diriku, keluarga-ku, cita-citaku, ambisi-ku bertambah menjadi kamu.

Kamu, kesehatanmu, kebahagiaanmu, harapanmu,  cita-cita-mu, keluarga-mu serta berharap kamu yang mencintaiku sebanyak aku menginginkanmu; sekarang ini. 

Dan memohonkan nama-mu untuk kesekian kalinya menjadi bagian dalam hari-ku padaNya.

Dalam kali kedua ini, kamu masih sama seperti orang yang mencuri detak jantungku seperti dulu, lebih cepat dari sebelumnya. Semakin dalam aku menggali pertanyaan mengapa, semakin aku dapati bahwa cinta adalah satu-satunya jawaban. 

Kepada kamu, yang pernah menjadi penyebab lagu-lagu romantis terdengar memuakkan.

Dan kepada kamu yang sekarang menjadi penyebab lagu-lagu cinta terdengar manis dan terasa mengiris di rongga dada; Berdiri diantara ketakutan mengetahui sebanyak ini aku mencintaimu, dan sebanyak ini aku takut kehilanganmu. Lagi. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.