Kepada kamu yang mampu membuat isi permintaan dalam doaku berubah dari diriku, keluarga-ku, cita-citaku, ambisi-ku bertambah menjadi kamu.
Kamu, kesehatanmu, kebahagiaanmu, harapanmu, cita-cita-mu, keluarga-mu serta berharap kamu yang mencintaiku sebanyak aku menginginkanmu; sekarang ini.
Dan memohonkan nama-mu untuk kesekian kalinya menjadi bagian dalam hari-ku padaNya.
Dalam kali kedua ini, kamu masih sama seperti orang yang mencuri detak jantungku seperti dulu, lebih cepat dari sebelumnya. Semakin dalam aku menggali pertanyaan mengapa, semakin aku dapati bahwa cinta adalah satu-satunya jawaban.
Kepada kamu, yang pernah menjadi penyebab lagu-lagu romantis terdengar memuakkan.
Dan kepada kamu yang sekarang menjadi penyebab lagu-lagu cinta terdengar manis dan terasa mengiris di rongga dada; Berdiri diantara ketakutan mengetahui sebanyak ini aku mencintaimu, dan sebanyak ini aku takut kehilanganmu. Lagi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus