Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019
Kau yang riuh di dalam dada; menjadi paling sepi dalam tanya Mengalir diantara sekat-sekat lara Memangkas detik demi detik menjadi memori degup;  Kita menjelma ragu-ragu; seakan yang patah tak dapat tumbuh Dan rindu sudah kepalang menjadi hal tabu. Kita terlambat tertambat Kita terhambat merambat Tapi kau meraup habis degup yang kuseduh; Aku tercekat; tapi tetap kunikmati netramu  Menemukanmu di dalam kepala paling sesak;  Sedang aku bergeming dan membendung asa Yang sedari kemarin dipiutangi diksi-diksi rindu Mempecundangi berlaksa-laksa rasa yang ingin beranjak. Ada bising yang harus kuleburkan; Sebab hadirmu begitu pandai membekukan perasaan. C.