Ada pola yang terus mengitari pikiranku
Antara masih adakah atau memang masih ada
Untuk hari ini setiap batas waktu yang merajuk
Mengenang semua diantara jejak musim lalu
Ku kira, aku telah menang dalam pergulatan rindu dari menepikanmu. Aku keliru.
Ribuan repetisi rindu yang dibelenggu,
Lepas, bebas dalam satu kali hela napas sapamu.
Jelaga amarah dan residu rindu seolah pias oleh satu sapuan mata-mu.
Malam telah begitu larut sementara kau terus teraduk dalam inti jantungku
Lalu sambil merayu-rayu semesta.
Memetakkan setiap sudut wajahmu dalam ingat.
-yvn
Komentar
Posting Komentar