Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Nadir

Telah mencintaimu, pada ritme awal temu Sudah merindukan-mu pada detik akhir pelukanmu Terus mencintai hingga di kata terakhir, aku menulis ini. Saat langit terbuka dengan suam-suam kuku Seperti hatiku saat ingin mencoba beralih dari-mu. Sejak sepersekian detik menelusuk lembayung luka yang lalu, Mengeja bagiku sebuah ketidakmungkinan Yang aku artikan sebagai " kita " Adalah titik nadirku saat aku harus lantang mengeja, " aku harus menyudahi kita segera" -yvn
Ada pola yang terus mengitari pikiranku Antara masih adakah atau memang masih ada Untuk hari ini setiap batas waktu yang merajuk Mengenang semua diantara jejak musim lalu Ku kira, aku telah menang dalam pergulatan rindu dari menepikanmu. Aku keliru. Ribuan repetisi rindu yang dibelenggu, Lepas, bebas dalam satu kali hela napas sapamu. Jelaga amarah dan residu rindu seolah pias oleh satu sapuan mata-mu. Malam telah begitu larut sementara kau terus teraduk dalam inti jantungku Lalu sambil merayu-rayu semesta. Memetakkan setiap sudut wajahmu dalam ingat. -yvn

BLW

Langit memisahkan rindu dari temu Saat aku menyukaimu senja di pelupuk matamu serta aku yang sedang mencintaimu. sejak sore tadi, aku sudah tahu kita ini apa. sampai malam ini, aku belum tahu kita harus bagaimana?