Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Pagi-ku untuk mencintaimu

Angin pagi telah gagal menyamarkan bekas rindu semalam; Dari segala usaha untuk tak bersua, nyatanya dia masih menjadi tema inti didalam kepala. Tema pagi ini masih sama. Pagi-ku untuk mencintaimu. Tidak tahu kalau sore atau malam. Sebab nama belakangku ialah pejuang rindu yang egois; yang senantiasa mendulang rindu untuk satu atau beberapa temu. Mungkin semesta mencap diriku tak tahu diri; oleh sebab ide mencintaimu masih kupertahankan, mati-matian. Bahwasannya ide mencintaimu itu bagai tendensiku untuk terus hidup; dari hari ke hari, sepanjang semesta berkenan.