Di sudut langit malam yang ambigu; Ada pagelaran rasa yang terus digugu; Tentang hikayat rindu yang pilu, Alkisah Orion kepada Sirius-nya. Ada pula aroma karsa tersibak dalam renjana; Terhadap serigala langit malam itu. Sirius-- Dia tak jua sudi siuman dari kesepiannya; Pelipur lara-nya tak terselami; Apakah keluh-mu sang bintang? Dari Orion dan Renjana-nya Dalam semangat juang untuk perihal mustahilnya; Jejak tatih melipat jarak diantara mereka- Sang pemburu terlalu rindu untuk sekedar menyerah; terlalu mencintai untuk mencoba abai. Sejak beratus-ratus purnama yang terlewati; Sampai beribu-ribu purnama yang akan terjadi, Orion masih berniat kekeuh merindu; Rela merajam mega untuk sebuah temu; Melupakan sejenak definisi mustahil; Mengabaikan juga ketetapan alam semesta. Source : https://cautsar.wordpress.com/2008/10/17/hoho/bintang-sirius/