Langsung ke konten utama

Nyatanya Kau Ada!


Dari sebuah mula pertemuan
Jatuh hati adalah hal ke-seribu-sekian
Dari sebuah mula bertatapan
aku bertekad mempuisikanmu
membingkai harum sejuk seorang pribadi
pada setiap jengkal puisi-ku
seorang amatir yang kau jatuhkan hatinya

Kau dan segala hal-hal elegan
mempecundangi batas kebahagiaan
menohok dengan keras jalur arus duniawi.
Seketika aku tersihir jiwa-mu
tentang kau dan filosofi kehidupan-mu
seketika menjelma jadi puisi paling teduh
aku mengingatmu berulang-ulang
pada sinar dan lentik bulu mata-mu
apakah yang menjadi fokus pupil mata itu?

Sungguh, aku tak siap
kau dan segala hal asli kepunyaanmu
terus membuatku jatuh terperosok dalam kagum
serasa kau punya sejuta rhema yang terus berdengung
Aku jatuh sejatuh-jatuhnya pada senyuman itu.
apakah yang palsu pada setiap jengkal pribadi-mu?

aku bertanya sambil mengumpulkan tenaga bangun.
sekonyong-konyongnya aku tetap jatuh
jatuh hati kepada juntai-juntai kata-kata hangatmu
seperti memindahkan dunia-ku sambil terharu

Saat malam itu aku melihatmu
langit sedang cantik-cantiknya
semesta seperti berkonspirasi memperelokan dirimu

Kesempurnaan memang mustahil pada tubuh fana mu
tetapi terhadap binar senyum di kerutan mata-mu
aku mencoba mencari-cari sayap-sayap
jangan-jangan sayapmu sudah patah-
atau kau-kah itu yang disebut malaikat tanpa sayap

Mungkin Tuhan sedang dalam api cinta-Nya
saat kau direnda-Nya dalam buah pinggang ibu-mu
maka jadi-lah kau yang sebegitu mempesona.

ah sudahlah apapaun itu, Kau berhasil.
Berhasil memporak-poranda hati-ku
kejut-kejut beria-ria seperti orang sakit jantung

Karena isi pikiran dan keorisinalitas jiwa-mu
seketika mengubah dentuman kerasku
akan sesuatu yang disebut memberi rasa

ini dari-ku
belum cukup melukismu yang sarat dengan pesona
ini dari-ku
yang telah telah jatuh pada-mu
yang terpana sambil menganga

Kepada-mu
seseorang yang sedang aku lihat memberi tawa riang
kepada seorang nenek yang bersusah hati, terlupakan dunia
dan akhirnya aku percaya
bahwa malaikat tak selamanya bersayap
tak selamanya bersinar menyilaukan mata
tak selamanya malaikat hanya ada di sorga.

Kenyataannya kau ada berpijak dibumi-ku.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.