Langsung ke konten utama

Elegi Perpisahan


Kamu salah, aku tak pernah benar-benar menyerah.
Aku berserah, kerelaan itu tak pernah utuh.

Bahwa kita harus mengerti, dimana kita harus berhenti.
ada persimpangan yang telah menanti.
ada hati yang harus dijaga hati-hati.
lagi.

Kamu benar, sampai pada titik ini
aku masih begitu giat mencintai
tetapi usahaku usai pada waktu ini.

Selalu ada harmoni dalam perpisahan.
tak ada lagi wujud harap, hanya elegi penerimaan.

Bahwa selalu ada seseorang
Dia pernah menjadi bagian penting
Kesedihan terindah, bintang hidupku

Tetaplah disana bersinar dari kejauhan.
Meski semua juga tentang jarak
Binar-binarmu selalu menjadi penyejuk
dikala hatiku akan merutuk.

Tak perlu bersama untuk mencintaimu
Tak juga harus menggenggam untuk dicintaimu.

Perihal cinta yang menembus mega,
Simpanlah kenangan kita untuk jadi harta berharga.

Dan kau harus tahu
Segenap keinginan yang menjadi asa-ku
Bahwa segala yang terbaik yang dunia dapat beri padamu.
jangan lupa bahagia. Itu kerinduanku.
Itu saja sudah cukup untuk-ku.











Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.