Langsung ke konten utama

was you.



Pagi kita takkan serupa lagi, tak seperti kemarin,
Tanpa percakapan hangat menyambut sang empunya siang.

Malam mencekam seperti memberi isyarat sepi menyeriangiku.
Seakan duniaku hitam pekat. Ini apa? Bahkan hari ini hujan turun ditengah teriknya sang matahari.
Seakan kejadian ini sudah dapat diprediksi.
I can't fight back my tears, i just can't face the truth.
Kau, seseorang. 
Seseorang seperti engkau.
sosok yang selalu membuat hariku penuh tawa.
Seseorang yang mempunyai 1000 cerita humor, dengan sabarnya kamu berkisah hingga membuat pipiku letih untuk mengembang.
Kamu, seseorang yang sabar, betapapun panjang lebar dan tingginya kesabaranmu menghadapi kerasnya kepalaku.

Seseorang yang mampu meredakan amarah dan sifat egosentrisku.
Kamu, seorang laki - laki sederhana begitu sempurna menghampiri kekacauan hidupku.
Menggeser kerasnya idealisme diri, meruntuhkan kerasnya prinsipku tentang hidup.

Seseorang yang mengajariku bahwa jangan terlalu keras dengan diriku sendiri.
Kamu seorang saja telah berhasil membuatku dapat mencintai diriku sendiri.
Bahkan setelah semua kesalahan yang aku buat kamu masih saja memikirkan kebahagiaanku.

Betapa kerasnya kepalamu mencintaiku,
Betapapun juga keadaan begitu keras memisahkan kita.
Sekian lama aku mencoba menggerus daya menepikan dirimu. Sebab hanya kudapati rindu yang semakin menjadi-jadi. Ketakutan telah nyata, hancur. Kehancuran yang hebat berhasil memporak poranda kita.
Tak ada yang tersisa lagi.

Terimakasih untuk keberadaanmu yang selalu setia, terimakasih karena telah menjadi kuat untukku, kamu pernah disisiku, mengajariku bertahan.


Diujung penaku ini, maukah kau berjanji?
Jangan lupa berbahagia! Mungkin suatu saat bahagia kan datang walau bukan akulah penyebabnya.

Suatu saat ingatan tentang kita akan mulai dipudarkan ruang dan waktu,
sekalipun kau akan melupakanku disetiap nafas doaku, kebahagiaanmu selalu menjadi topik pembicaraanku dengan Tuhan. Selalu kamu menjadi hal penting yang terperangkap disana, kadang aku berharap mungkin saja siapa tahu kamu bisa merasakannya, mendengarnya. Mungkinkah?
Seseorangku adalah selalu tentang kamu.



Let me choose to love you in silence, because in silence i find no rejection and no one owns you but me. 


-yvn

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Finest

we’re hiding, wishing, then waiting; for the bleeding we can’t stop. every tear we fail to fight, falls again, and won’t give up. all these years, my eyes have known no one else but you alone. i know — we both know — we weren’t meant for each other. maybe in another world we will collide again, maybe then you’ll love me right or maybe I will unlove you once our eyes find each other year by year, I couldn’t be shaken — all my days, I loved you the most, until it hurt so good. night after night, i whisper a prayer for your sake. through silence, storm, or endless skies, through gentle dawn or shadowed gray, even when your eyes forget my face, and time rewrites our yesterday — i will love you, either way. where laughter and pain entwine, you were the poem I couldn’t finish, the love I once called mine. ’cause I love you — either way.