pada suatu malam dari semua malam yang kita lewati; kau mengajakku untuk mengawali sebuah akhir yang baru sambil menerawang sang penguasa malam kau berirama dalam sajak perpisahan yang begitu pahit. dengan tergugu kau berucap "mari sama-sama memulai untuk saling melupakan". Demikian lisan terakhir-mu untuk aku. demikianlah kau mengakhiri kita. bahagiaku selalu kau. aku coba menerka perihal rahasia yang begitu menganggu aku dapati diri makin tersesat mencintai-mu. manusia pertama yang aku eja namanya sebagai cinta pertama. lubang hitam kenangan seolah menyedot aku masuk melarutkan aku pada beberapa bekas temu yang terus merayu jangan kau jadikan aku seorang teman pertemuan yang begitu dangkal sebab kita terlalu dalam untuk sebuah akhir tanpa penjelasan. bersama senja kala itu kau berorasi pada semesta meminta perkenaanku untuk hanya bersamamu menjejaki ratusan purnama untuk semua kisah kita yang telah lewat aku masih ingin menunggu rajuk pulangmu. -y...