malam ini aku menaikkan doa bagimu, tuan semoga semesta memperlakukanmu dengan lembut binar matamu muncul bagai suar di tengah pusaran kepala mendesak ke dalam senggangku yang hanya satu menit namamu ikut menggema di antara rasio pikiranku padahal, kau telah terbunuh dalam hatiku tempo lalu tapi lihatlah, kau bangkit kembali sejak pukul tujuh hingga larut begini; tiga pesan yang tak pernah sampai rindu bertalu-talu tanpa malu dari jauh sangat jauh hanya bisa dari jauh.