Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Merayakan Pamit

dan ketika aku terus melihat punggungmu aku berpikir bahwa langit akan runtuh seketika namun langit masih juga tinggi, dan waktu terus berlalu.  ketika aku menghitung pergi potongan bayangmu menyambutmu pergi atau menonton perasaan yang telah carut? sebuah pesan yang takkan pernah sampai menyeberangi laut diantara kita angin berhembus agar bisa berlalu, bukan?  tidak, bagimu angin berhembus agar bisa kembali  rindu yang telah berbuah lara di dalam peti agar bisa mengerti dimana titik henti seandainya perasaan itu sederhana. seandainya.  -yvn

variabel.

    Kita; jejak-jejak yang hampir hilang, pertemuan yang hampir menjadi pernah Antara netra, bahasa hati dan genggaman yang tak dapat bertaut dua petualang hilang saling menemukan, untuk kemudian akan merayakan kehilangan padahal menemukanmu adalah variabel yang datang mungkin sekali seumur hidup  kemudian; kali ini aku harus berdamai dengan kerelaan, membiarkanmu pergi sekali ini.    L.  

bila

  diantara milyaran manusia, kamu ada; aku mengucap syukur untuk kelahiranmu di muka bumi aku berterima kasih kepada Dia yang telah menciptakanmu;   menerawang terang di ujung kelabu ruang rindu adakah aku di dalam pusaranmu untuk seseorang setenang embun pagi ketahuilah, aku mengasihimu begitu gigih untuk seseorang yang sejauh langit mengapa mencintaimu begitu rumit? aku berdoa dan meminta ampun jika nantinya seluruh harapku kepadamu luruh  dan bahagia kamu rengkuh bersama yang lain berdosakah aku untuk tidak turut berbahagia?

Setengah.

  setengah benar sudah terucap inginku dan inginmu setengah benar telah terlontar perasaanku yang telah jemu;   Kepadamu serta seluruh keakuanku dalam lekat debar dan harap sepenuhnya benar masih terendap lara dan rindu yang tak berbuah temu;   sepenuhnya benar masih berharap kita yang kembali dalam satu tatap luruh, seluruh rasa dan janji menetap;   antara petualang hilang dan jalan pulang.