Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Residu (rindu)

Gemercik rindu membasahi kepalaku Tetes pertetesnya adalah sembilu ngilu Di malam yang sedang bergulir Kursi berganti penghuni; Kopi telah berpindah ke cangkir lain; Dan, kau masih pada halaman yang sama. Tak perlu kau bertanya, mengapa;  Sebab hanya pekat jelaga yang paham Mengapa masih ada residu rasa yang mendulang rindu berwindu-windu. Kau dan kisah kesekian ribu. Takdir, nadirku, hadirmu; Puisi dan kopi hitamku; Kau dan aku; Seperti tercipta untuk saling mencinta, lalu saling meniadakan tanpa berita. -yvn

Prosa rahasia

Ini rahasia antara aku dan semesta; Tentang kau yang terlalu mempesona untuk tak dijatuhi cinta. Aku pernah marah pada terik siang yang menghujam; lalu mencaci dinginnya malam yang menusuk. Sebelum aku tahu mereka-lah peracik senja rindu (untukmu). Mereka bilang aku dungu sudi duduk menunggu temu; aku bilang ini bukti aku merindu. Aku jatuh untuk setiap isi pikiranmu Seketika mampu mengubah dentuman kerasku akan sesuatu yang disebut "memberi rasa" Denganmu, aku cukupkan segala pencarian, hingga perjalanan adalah perihal menemukan hal - hal lain. Mungkin semesta mencap diriku tak tahu diri sebab ide mencintaimu masih kupertahankan mati-matian. -yvn